JADILAH SOLO JOURNALIST

Warga yang berminat menjadi wartawan tidak lagi harus melamar ke media semacam suratkabar. Bila paham mengoperasikan weblog, mampu “membedakan titik-koma”, punya akses Internet, punya HP atau kamera saku, maka jadilah so-jo.kevinsitesyahoohotzone.jpgWartawan yang bekerja secara mandiri dan independen. Menentukan topik liputan sendiri, mencari berita sendiri di lapangan, menulis dan mengedit naskah sendiri,  menyusun tata-letak berita sendiri, mempublikasikannya sendiri, dan bertanggung jawab sendiri.Dengan kata lain, bloger-citizen reporter alias solo journalist adalah bekerja secara one man show. Bahasa gaulnya sesuai kamus Blog Berita: bekerja dengan suka-sukaku, suka-suka dia, suka-suka kita, dst. Enaknya di situ menjadi wartawan tunggal: benar-benar bebas. Tapi “susahnya” juga banyak.Dibandingkan wartawan media konvensional seperti koran atau tivi, so-jo sesungguhnya adalah pekerjaan berat. Bayangkan, tugas berbagai orang dia emban sendiri; sebagai reporter di lapangan, sebagai redaktur, sebagai layouter, sebagai koordinator liputan, sebagai pemimpin redaksi dan penanggung jawab [kecuali bagi bloger anonim], sebagai penyandang dana, dan bahkan bertugas untuk memoderasi “surat pembaca” atawa komentar.Ini memang berat. Apalagi bagi bloger yang tidak punya pemasukan tetap dari iklan atau pemodal, pekerjaan ini bisa membuat stres. Tapi akan tetap mengasyikkan bila dilihat sebagai bentuk pengabdian bagi publik. Aku sendiri berterima kasih karena sering pembaca Blog Berita mengirimkan donasi, yang tentu saja tidak mengikat, untuk membantuku membayar koneksi Internet.Kembali ke istilah so-jo; siapa yang pertama sekali menjalankan profesi yang sangat “egois” ini? Bloger-wartawan yang sering disebut sebagai reporter-tunggal pertama di dunia adalah Kevin Sites. Jurnalis ini pernah bekerja di stasiun tivi NBC dan CNN, dan dua tahun lalu ditarik oleh Yahoo sebagai reporter resmi pertama di situs Yahoo — sebelumnya Yahoo hanya memasang cuplikan berita dari media-media internasional. Kevin-lah yang mengisi pasokan berita untuk Hot Zone Yahoo, yang isinya melulu liputan perang. Kevin memang digaji oleh Yahoo untuk secara khusus meliput pertikaian di seluruh dunia.Selain tidak ditugaskan menetap di satu negara saja, Kevin juga harus bekerja sebagai wartawan serba bisa. Bukan hanya karena tak punya teman meliput, tapi dia harus meliput berita dalam empat format; teks, foto, suara, dan video. Maka ke lapangan dia harus membawa peralatan lengkap semisal kamera foto, kamera video, laptop, modem dan HP satelit. Beberapa saat setelah mencatat data, memotret, dan merekam gambar, dia pun harus segera mengirim berita tersebut ke situs Hot Zone Yahoo.Semua itu dia kerjakan sendiri, walau kemudian di kantornya ada beberapa staf yang membantu setelah menerima laporannya. Di lapangan dia tidak ditemani kamerawan seperti lazimnya wartawan tivi, tidak dibantu fotografer seperti biasanya bila media cetak meliput perang. Dalam sebuah gambar dia terlihat sedang memegang handycam dan mengarahkannya pada dirinya sendiri [mungkin sambil berbicara melaporkan data] dengan latar belakang puing-puing perang. Bila harus sambil memotret dengan kamera di tangan, maka dia menancapkan video recorder mini di kepalanya. Semua data teks, foto, suara, dan video itu dia kirim ke Yahoo via sambungan Internet di laptopnya. Langsung dari medan perang, seketika. Dia menjadi wartawan-tunggal multimedia.Contoh lain jurnalis tunggal yang memakai weblog sebagai media adalah Wagino, seorang kawan di Cilacap, warga biasa yang tidak berlatar wartawan tapi peduli akan pentingnya penyebaran informasi. Dia membuat blog berita di sana, Cilacap Media namanya.Engkau pun bisa seperti Kevin Yahoo atau Wagino Cilacap. Modalnya yang utama adalah komputer dan koneksi Internet. Kalau ada kamera, lebih bagus, untuk mendukung teks berita yang kautulis. Punya HP berkamera? Itu pun bisa, jadi tidak perlu lagi harus membeli kamera digital.Peralatan kerjaku saat meliput ke lapangan termasuk minim. Sepintas orang tidak akan tahu kalau aku wartawan. Aku cuma mengantongi sebuah HP berkamera 2 mega pixels dan sebuah kamera poket 5 mega pixels, selain pulpen dan kertas untuk mencatat. HP itu berfungsi ganda; sebagai alat perekam suara bila mewawancarai narasumber dan juga terkadang kupakai memotret. Semua bahan liputan di dalam HP dan kamera kupindahkan ke komputer di rumah, kuedit, lalu kutayangkan di Blog Berita. Segampang itu.Jadi, mengapa tidak memulainya sekarang? Ambil pulpenmu, buku tulis kecil, HP berkamera, lalu berkelilinglah di kotamu untuk meliput dan tuliskan hasilnya di weblogmu. Atau duduk santai di kedai kopi, bergabung dengan warga sambil merokok, memperbincangkan berbagai topik, dan kau pasti akan menemukan bahan berita di sana. Foto di atas adalah gambar Kevin Sites di kantor Hot Zone Yahoo sebelum memulai liputan pertamanya sebagai so-jo pada 2005. Foto oleh: Misha Erwitt untuk The New York Times.Sumber :Jarar Siahaan : http://bataknews.wordpress.com

1 Komentar

Filed under ARTIKEL

One response to “JADILAH SOLO JOURNALIST

  1. ulasan menarik Mas.. saya ingin mecobanya di Karawang, pengen sekali sharing nih.. salam🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s